KEPERCAYAAN YANG MEMBATASI

Aristoteles Onassis mengatakan ketika alam menyediakan manusia dengan iklim yang baik dan makanan yang enak, mereka akan cepat berpuas diri. Namun jika mereka dipaksa untuk bertahan hidup dan berjuang untuk hidup selama masa-masa sulit, mereka akn beradaptasi dan berhasil. Menurut Onasis, kemiskinan memotivasi orang-orang untuk bertindak melampaui kepercayaan mereka yang terbatas.

Soichiro Honda memiliki beberapa nasihat untuk para jutawan masa depan. “Keajaiban ada didalam kekuatan tekad saya dan usaha yang berulang-ulang. Kepercayaan yang mendalam terhadap sesuatu mengijinkan kita semua untuk menemukan kekuatan batiniah yang sangat besar dan melampaui keterbatasan kita.”

Tanpa disadari, sebagian besar orang telah membatasi diri dengan kepercayaan yang telah tertanam dalam diri mereka sendiri. Pertanyaannya adalah apakah Anda termasuk orang yang telah memiliki kepercayaan yang membatasi diri Anda sendiri?

Saya tahu sih, Anda tentu bertanya dan berpikir dalam diri sendiri saat ini “Apa maksud kepercayaan yang membatasi diri itu ?”

Baiklah. Mari kita diskusikan🙂

Beberapa kepercayaan dibawah ini merupakan contoh dari kepercayaan yang membatasi :

  • Segalanya mudah di masa lalu.
  • Saya terlalu muda untuk memulai bisnis.
  • Saya terlalu tua untuk memulai bisnis.
  • Saya tidak memiliki cukup modal.
  • Saya tidak memiliki gelar.
  • Saya tidak berbakat.
  • Saya tidak memiliki cukup energi.
  • Saya dapat gagal.
  • Saya tidak berasal dari keluarga kaya.
  • Disana tidak ada kesempatan bisnis yang cukup banyak.
  • Pangsa pasar disini terlalu kecil.

Terus, Anda bertanya lagi didalam hati. Kalau ternyata saya telah memiliki kepercayaan tersebut, lalu apa yang harus saya lakukan?

Jawabannya cukup mudah dan sederhana. Teroboslah kepercayaan yang membatasi Anda hari ini maka Anda akan menjadi seorang jutawan di masa depan.

8 thoughts on “KEPERCAYAAN YANG MEMBATASI

  1. ehmm..
    bagi sebagian orang, menembus mental barrier ini sangat susah dalam pelaksanaannya.. di sisi lain, kadang, banyak juga yang merasa nyaman di dalam zona yang sedang dijalaninya..

  2. i baru start bisnis.niaga di pasar malam.saya setuju dgn kepercayaan membatasi membuatkan kita membatasi diri sendiri untuk tidak mahu menjadi kaya.niaga walaupun kecil tapi kalau di buat cara istiqomah bisa menjadi mewah.saranan saya kpd kwn2 yang ada cita2 menjadi kaya buatlah bisnis.MYOB (mind your own busines)tk kira apa pun bisnis pokoknya halal.

  3. mbak ainy,,minta saran ya…
    saya skg bkrj bukn pd disiplin ilmu yg didapat pd bangku kuliah(akuntansi),,,skg kerja lbh bnyk bidang pendataan dan IT yg tidk saya kuasai,,ditambah lagi susana kerja yg mnurut saya sudah tidak memberikan semangat bekerja….
    saya ingin mencari pekerjaan ditempat lain,,,tapi saat ini knp saya tidak berusaha mencari job lain..melamar pekerjaan misalnya.
    Yang membatasi diri saya untuk berubah adalah berat melangkah…padahal niat saya sudah besar untuk cari job lain..malas diri saya itu harus diperangi dengan apa ya?
    berikan saya insipirasi n motivasi (masukan)yg jelas…

  4. Dengan prtanyaan diatas, kira2 knp saya tidak percaya kemampuan saya sendiri….
    Terima kasih sekali.atas saran2nya…sangat membantu sekali

    • Mas Dwi,
      Jawabannya sebenarnya sangat sederhana. Cukup Anda tanyakan pada diri Anda sendiri :
      1. Apa yang sebenarnya Anda mau?
      2. Kalau memang Anda ingin memenuhi keinginan yang Anda inginkan, langkah apa yang selama ini Anda telah lakukan?
      3. Apa yang membuat saya merasa berat melangkah selama ini?
      Saya yakin kejujuran diri Anda sendiri untuk menjawab 2 pertanyaan sederhana tersebut akan mampu membuat Anda tergugah dan menyadarkan Anda tentang rasa berat melangkah Anda selama ini karena Anda telah lebih mengenal diri Anda. Satu hal yang harus kita pegang dalam hidup ini adalah setiap langkah pasti ada keuntungan serta kerugiannya.
      Mungkin sebaiknya Anda bertanya pada diri sendiri, kalau memang Anda tahu posisi yang Anda lamar tidak sesuai dengan background Anda, dan Anda memutuskan untuk mengambil posisi tersebut, langkah paling bijak apa yang harus Anda lakukan? Kalau Anda memilih tinggal di perusahaan tersebut, tentunya Anda harus profesional bukan dengan memulai untuk MENYUKAI pekerjaan baru dengan melihat hal positif yang Anda dapatkan yang tentunya banyak tantangan serta keahlian yang dapat Anda pelajari. Kalu memang keputusan Anda ingin keluar, melamar pekerjaan adalah pilihan berikutnya. Take it or leave it, don’t look it back. Ambil atau tinggalkan. Jangan lihat ke belakang.

      Ainy Fauziyah
      INDONESIA COACHING
      http://www.indonesiacoaching.com

      Mas Riyan,
      Selamat ya atas keberanian Anda untuk jujur pada diri sendiri tentang permasalahan yang Anda hadapi saat ini. Alhamdulillah, seorang Riyan telah memiliki ‘kemauan’ untuk mengkoreksi diri dari perasaan ‘gelisah, curiga’ menuju perasaan ‘tenang, damai serta percaya kepada pasangan’.

      Pertanyaan pertama untuk Anda yang perlu Anda renungkan sejenak untuk menemukan jawabannya secara jujur adalah :
      1. Apa yang selama ini membuat seorang Riyan gelisah?
      2. Apa yang selama ini membuat seorang Riyan mencurigai pasangan sendiri?

      Saya yakin Mas Riyan merasa tidak ada ‘keuntungan positif’ jika Anda selalu gelisah dan mencurigai pasangan bukan? Nah kalau memang merasa tidak ada keuntungan dengan kedua sikap tesebut, langkah untuk merubahnya menuju ketenangan, kedamaian serta mempercayai pasangan adalah:

      1. Setiap kali perasaan gelisah itu muncul, katakan dalam diri Anda untuk selalu fokus pada ‘apa yang Anda sedang kerjakan saat itu’ bukan memikirkan sesuatu yang lain yang tidak sedang Anda kerjakan saat itu juga.
      2. Cobalah jujur pada pasangan Anda tentang penyebab kecurigaan Anda dan katakan bahwa Andapun sadar dan sedang berusaha untuk memperbaikinya.
      3. Coba Anda mulai dengan memperbaikinya melalui hal-hal kecil setiap saat secara konsisten. Insya Allah hasilnya akan luar biasa.

      Selamat mencoba dan jangan lupa untuk berbagi pada yang lain tentang kesuksesan Anda dalam mengatasi permasalahan ini, ya. Saya yakin kemauan Anda yang kuat membuat Anda mampu melakukannya.

      Sukses selalu,
      Ainy Fauziyah
      INDONESIA COACHING
      http://www.indonesiacoaching.com

    • Mas Dwi,
      Jawabannya sebenarnya sangat sederhana. Cukup Anda tanyakan pada diri Anda sendiri :
      1. Apa yang sebenarnya Anda mau?
      2. Kalau memang Anda ingin memenuhi keinginan yang Anda inginkan, langkah apa yang selama ini Anda telah lakukan?
      3. Apa yang membuat saya merasa berat melangkah selama ini?
      Saya yakin kejujuran diri Anda sendiri untuk menjawab 2 pertanyaan sederhana tersebut akan mampu membuat Anda tergugah dan menyadarkan Anda tentang rasa berat melangkah Anda selama ini karena Anda telah lebih mengenal diri Anda. Satu hal yang harus kita pegang dalam hidup ini adalah setiap langkah pasti ada keuntungan serta kerugiannya.
      Mungkin sebaiknya Anda bertanya pada diri sendiri, kalau memang Anda tahu posisi yang Anda lamar tidak sesuai dengan background Anda, dan Anda memutuskan untuk mengambil posisi tersebut, langkah paling bijak apa yang harus Anda lakukan? Kalau Anda memilih tinggal di perusahaan tersebut, tentunya Anda harus profesional bukan dengan memulai untuk MENYUKAI pekerjaan baru dengan melihat hal positif yang Anda dapatkan yang tentunya banyak tantangan serta keahlian yang dapat Anda pelajari. Kalu memang keputusan Anda ingin keluar, melamar pekerjaan adalah pilihan berikutnya. Take it or leave it, don’t look it back. Ambil atau tinggalkan. Jangan lihat ke belakang.

      Ainy Fauziyah
      INDONESIA COACHING
      http://www.indonesiacoaching.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s