APA YANG KITA LAKUKAN, ITULAH YANG KITA DAPATKAN

“Ketika kita melakukan keburukan, sebenarnya yang menanggung beban itu bukanlah diri kita sendiri. Tetapi, juga orang-orang yang sangat kita cinta.”
— Ainy Fauziyah, Leadership Coach & Motivator —

 

Benarkah apa yang kita lakukan, itulah yang kita dapatkan? Seorang teman saya merasa terpuruk saat dirinya divonis bersalah akibat menyalahgunakan kepercayaan jabatan. Ia terbukti mengambil hak orang lain, demi untuk memperkaya dirinya sendiri.

Atas perbuatannya itu, ia harus meringkuk di hotel prodeo. Tentu saja hatinya sedih luar biasa, mendapatkan keputusan yang menyedihkan itu.

Bagaimana tidak? Anak dan istrinya pun harus ikut menanggung perbuatannya itu. Sungguh, ia tak sanggup membayangkan akan betapa sedih dan malunya mereka. Dan …ia benar-benar malu atas perbuatannya itu.

Ia pun menyadari bahwa KESALAHAN yang ia lakukan itu, bukanlah dia seorang yang harus menanggungnya. Karena, anak-anak dan istrinya tercinta harus ikut menanggungnya.

Tahukah Anda?

Apa yang kita lakukan, itulah yang kita dapatkan. Ketika kita melakukan keburukan, sebenarnya yang menanggung beban itu bukanlah diri kita sendiri.

Tetapi, juga orang-orang yang sangat kita cinta. Mereka ini, mau tidak mau harus ikut menanggungnya. Menyedihkan, bukan?

Yuk, mulai sekarang, kita ingat kembali satu persatu akan perbuatan kita selama ini. Sebenarnya, sudah berapa banyak kesalahan yang kita lakukan? Dan, adakah diantaranya, kita mengambil hak orang lain?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s