KETIKA TIDAK MENGHORMATI ORANG LAIN

Benarkah ketika kita tidak MENGHORMATI orang lain dengan SEPENUH HATI, apalagi berniat untuk MENYAKITI, sebenarnya kita telah MERENDAHKAN diri sekaligus MENYAKITI diri sendiri?

Seorang atasan di sebuah perusahaan, sering berlaku semena-mena dan berkata kasar kepada anak buahnya. Dari kata bego, idiot, bodoh hingga nama-nama binatang yang sangat tidak patut diucapkan oleh seorang atasan atau manusia siapa pun di muka bumi ini.

Ia lupa, bahwa sebagai seorang atasan, ia adalah panutan dan bukan sumber dari ketakutan.

Akhirnya, ia mendapat surat pemberhentian secara tidak hormat atas sikap dan perilakunya. Sang atasan harus keluar dari pekerjaan yang ia cintai, karena sikapnya yang tidak menghormati orang lain.

Saling menghormati adalah kunci meraih kebahagiaan yang kita inginkan. Hormati orang lain, tanpa melihat siapa dirinya, posisi apalagi jabatannya adalah hal yang bijaksana.

Pertanyaannya, seberapa sering kita melakukannya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s